Regulasi
dan Prosedur Pengadaan Barang dan Jasa
Dalam
aktivitas bisnis dapat dipastikan terjadi persaingan (competition) di antara
pelaku usaha. Pelaku usaha akan berusaha menciptakan, mengemas, serta
memasarkan produk yang dimiliki baik barang/jasa sebaik mungkin agar diminati
dan dibeli oleh konsumen. Persaingan dalam usaha dapat berimplikasi positif,
sebaliknya juga dapat menjadi negatif jika dijalankan dengan prilaku negatif
dan sistem ekonomi yang menyebabkan tidak kompetitif.
Dari
sisi manfaat, persaingan dalam dunia usaha adalah cara yang efektif untuk
mencapai pendayagunaan secara optimal. Dengan adanya rivalitas akan cenderung
menekan ongkos-ongkos produksi sehingga harga menjadi lebih rendah serta
kualitasnya semakin meningkat. Bahkan lebih dari itu persaingan usaha dapat
menjadi landasan fundamental bagi kinerja di atas rata-rata untuk jangka
panjang dan dinamakannya keunggulan bersaing yang lestari (sustainable
competitive advantage) yang dapat diperoleh melalui tiga strategi generic,
yakni keunggulan biaya, diferensiasi, dan focus biaya.
Berikut ini
adalah beberapa kriteria yang harus dimiliki oleh penyedia barang atau jasa.
A. Memiliki
keahlian, kemampuan manajerial yang memadai, serta pengalaman yang sesuai
dengan permintaan instansi.
B. Memenuhi
aturan menjalankan usaha dalam perundang-undangan yang menyangkut proses legalitas.
C. Mempunyai
kapasitas hukum untuk menandatangani kontrak proyek.
D. Memenuhi
kewajiban wajib pajak, dan tidak masuk daftar hitam.
Pengadaan
barang/jasa dilaksanakan dengan menggunakan prinsip dasar sebagai berikut:
Transparan: Semua
ketentuan dan informasi, baik teknis maupun administratif termasuk tata cara
peninjauan, hasil peninjauan, dan penetapan penyedia barang/jasa harus bersifat
terbuka bagi penyedia barang/jasa yang berminat dan mampu tanpa diskriminasi.
Adil: tidak
diskriminatif dalam memberikan perlakuan bagi semua calon penyedia
barang/jasa dan tidak mengarah untuk memberikan keuntungan kepada pihak
tertentu, dengan cara atau alasan apa pun.
Bertanggung
jawab: mencapai sasaran baik fisik, kualitas, kegunaan, maupun
manfaat bagi kelancaran pelaksanaan usaha sesuai dengan prinsip-prinsip
dan kebijakan serta ketentuan yang berlaku dalam pengadaan barang/jasa.
Efektif: sesuai
dengan kebutuhan yang telah ditetapkan dan dapat memberikan
manfaat yang sebesar-besarnya bagi para pihak terkait.
Efisien: menggunakan
dana, daya, dan fasilitas secara optimum untuk mencapai sasaran yang
telah ditetapkan dengan biaya yang wajar dan tepat pada waktunya.
Kehati-hatian: berarti
senantiasa memperhatikan atau patut menduga terhadap informasi, tindakan, atau
bentuk apapun sebagai langkah antisipasi untuk menghindari kerugian
material dan imaterial selama proses pengadaan, proses
pelaksanaan pekerjaan, dan paska pelaksanaan pekerjaan.
Kemandirian: berarti
suatu keadaan dimana pengadaan barang/jasa dikelola secara profesional tanpa
benturan kepentingan dan pengaruh/tekanan dari pihak manapun.
Integritas: berarti
pelaksana pengadaan barang/jasa harus berkomitmen penuh untuk memenuhi etika
pengadaan.
Good
Corporate Governance: Memenuhi prinsip-prinsip tata kelola
perusahaan yang baik.
Rencana
Bisnis : Pengadaan Barang dan Jasa dalam usaha restaurant
Berbicara usaha dalam bidang kulinar sudah banyak di lakukan hampir semua orang
yang ingin mencoba peruntungan mereka dalam dunia bisnis. Saya menulis disini
untuk memenuhi tugas mata kuliah Pengantar Bisnis dan Informatika. Usaha
kuliner yang saya buat adalah One Step Cafe. Lokasinya sendiri berada pada
jalan srengseng sawah lebih tepatnya dekat kampus Polimedia Jakarta. Cafe ini
lebih berfokus untuk menjual berbagai macam makanan penutup seperti ice cream,
pudding, roti panggang, waffle, dll. Dalam usaha cafe ini saya berencana
tentang pengadaan jasa yang arti saya ingin makanan yang saya tawarkan
bisa untuk di pesan melalui media website.
Dalam usaha ini saya sudah mencoba berbagai macam promosi untuk mengiklankan
cafe ini seperti menyebarkan broadcast kepada teman, membuat brosur, melalui
media sosial media, mengadakan event untuk pasangan yang datang, atau pun
melalui website.
Komentar :
Dari sekian banyak kesempatan bisnis yang ingin dijalankan semua tergantung
dengan kemapuan yang dimiliki. Kemampuan atau skill memang sangat mempengaruhi
bisnis ini, namun dalam mencapai keberhasilan bisnis terdapat beberapa hal yang
mempengaruhi. Bukan hanya kemampuan saja yang harus dimiliki, sopan santun
terhadap client atau attitude juga harus dinomor satukan.
Dalam bisnis juga dibutuhkan kerja keras dan pantan menyerah dalam membangun
sebuah usaha bisnis. Tentunya kita juga harus berani mengambil resiko untuk
memajukan usaha ini. Karena usaha penjualan dan jasa service sudah sangat menjamur
kemungkinan untuk bersaing dengan usaha yang lain harus lebih besar dan
sportif. Tidak saling menjatuhkan antara pembisnis satu dengan pembisnis
lainnya.
Persaingan dalam usaha dapat berimplikasi positif, sebaliknya juga dapat
menjadi negatif jika dijalankan dengan prilaku negatif dan sistem ekonomi yang
menyebabkan tidak kompetitif.
Sumber :
No comments:
Post a Comment